Talking Card, Bermula dari Barang Bekas Hingga Diundang oleh Bride Story

Shares

Pernikahan menjadi hal sakral bagi mayoritas penduduk Indonesia. Momen yang sangat berharga dan berkesan ini membuat orang rela mempersiapkan pernikahan mereka secara maksimal. Apalagi dengan kemajuan teknologi masa kini, orang akan membagikan momen pernikahan mereka ke khalayak luas di sosial media. Fenomena ini dijadikan sebagian orang sebagai lahan bisnis yang cukup baik mulai dari jasa wedding organizer, persewaan gaun, catering, percetakan undangan, jasa fotografi, desain undangan hingga buku tamu pernikahan.

Fenomena tersebut juga berhasil dimanfaatkan oleh Talking Card, salah satu vendor pernikahan yang menyediakan berbagai keperluan pernikahan seperti buku tamu, undangan, wedding shoes, persewaan gaun, frame, wooden tie, jasa fotografi dan videografi serta semua perlengkapan pernikahan.

Talking Card didirikan oleh Rosalina Omega pada tahun 2015 dengan memulai bisnis pembuatan buku tamu (klik disini untuk melihat produk Talking Card). Saat ini, Talking Card telah melayani lebih dari 2.000 pelanggan yang berasal dari seluruh Indonesia dan mancanegara seperti Malaysia dan Darwin. Keberhasilan Talking Card saat ini ternyata dimulai dari nol dengan hanya mengandalkan barang-barang bekas.

 

Berawal dari hobi dan barang bekas

Talking Card

Instagram.com/talkingcard

Talking Card berawal dari ketertarikan Rosalina Omega pada dunia craft (kerajinan). Rosalina sudah mulai tertarik dengan dunia craft karena melihat temannya yang membuat scrapbook dari tahun 2013. Rosalina pun selalu membaca sejenak dan membeli buku yang mempelajari dunia craft setiap kali ke toko buku Gramedia.

Akhirnya, Rosalina nekat untuk mempraktekkan langsung hasil belajarnya dengan bermodalkan barang bekas. Rosalina berhasil membuat kartu-kartu ucapan walaupun hasilnya tidak terlalu bagus. Rosalina juga menjual hasil karyanya itu dengan kisaran harga Rp 5.000 – Rp 25.000. Semuanya itu terus dilakukan karena Rosalina hobi pada dunia craft.

Di akhir tahun 2013, Rosalina diminta tolong oleh seorang temannya untuk membuat buku tamu acara temannya itu. Rosalina tetap menyetujui request tersebut walaupun dia tidak pernah belajar tentang bagaimana membuat sebuah buku yang baik. Rosalina nekat membuatnya dengan modal kardus bekas dan mencetak dengan printer biasa. Temannya pun memberi apresisasi yang cukup baik terhadap hasil karya Rosalina itu.

Rosalina melihat bahwa bisnis pembuatan buku tamu mungkin memiliki prospek yang lumayan bagus. Namun pada saat itu, Rosalina belum bisa fokus untuk melanjutkan hobi ini menjadi sebuah bisnis karena dia masih bekerja di salah satu perusahaan.

 

Tekun dan konsisten dalam merintis Talking Card

Instagram.com/talkingcard

Rosalina mengundurkan diri dari pekerjaannya karena melahirkan pada tahun 2014. Rosalina pun kepikiran untuk kembali fokus merintis bisnis dari hobinya tersebut. Pada awal mei 2015, Rosalina memberanikan diri untuk menitipkan kartu-kartu lebaran hasil karyanya pada temannya yang membuka pameran. Rosalina juga menawarkan pembuatan buku tamu secara langsung pada teman-temannya yang akan menikah. Usaha Rosalina pun tidak sia-sia, beberapa pesanan pun diterimanya.

Produk buku tamunya terus dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Dulu, produk buku tamunya benar-benar masih manual dan tradisional. Produknya dicetak dengan printer biasa dan menggunakan aksesoris biasa seperti tali goni. Kemudian, beberapa klien memberikan masukan yang berarti untuk produknya.

Berawal dari hal tersebut, Rosalina belajar berbagai macam hal yang menunjang bisnisnya ini mulai dari cara desain yang baik, teknik membuat kartu dan buku dan belajar tentang bisnis. Belajar bisnis pun cabangnya masih banyak seperti cara membuat koneksi yang luas, mengantur laporan arus kas, hingga memimpin dan mengatur sebuah tim. Kesusahan dan rasa stres pun pernah dirasakannya tetapi hal tersebut bukanlah menjadi batu sandungannya untuk membuat Talking Card menjadi lebih besar.

Selain itu, Rosalina juga terus mengembangkan skill-nya seperti belajar fotografi untuk memasarkan produk bisnisnya di media sosial Instagram. Hasil pembelajarannya pun langsung dipraktekkan dan hasilnya buku tamu itu menjadi booming dan mulai dikenal luas.

 

Ditolak orang, Ditawar dengan harga yang rendah hingga menjadi vendor pernikahan yang lengkap

Facebook.com/talkingcard

Rosalina pernah mengalami pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan. Buku tamu yang dibuat oleh Rosalina kadang ditolak oleh orang. Padahal buku tamunya itu dikasih secara cuma-cuma oleh Rosalina kepada orang itu. Selain itu, dulunya banyak pelanggan yang menawar harga hasil karyanya itu secara kebangetan dan dibanding-bandingkan dengan produk yang dijual di toko-toko.

Mungkin pada saat itu desain produk dari Talking Card tidak terlalu bagus. Saat ini, produk Talking Card telah menjelma menjadi produk yang dikenal dengan desain yang luxury dan premium. Semua hal itu diraih bukan dengan membalikkan telapak, tetapi melalui kerja keras, ketekunan dan konsistensinya dalam mempelajari semuanya dari nol.

Bisnis Talking Card pun terus mengembangkan sayapnya menjadi lebih besar lagi karena sudah banyak pihak yang mau bekerja sama dengannya. Talking Card yang dulunya hanya memiliki produk buku tamu, sekarang Talking Card menjadi vendor pernikahan yang memiliki produk seperti undangan, wedding shoes, persewaan gaun, frame, wooden tie, jasa fotografi dan videografi serta semua perlengkapan wedding.

 

Memperoleh invitation dari Bride Story

Talking Card

Instagram.com/rosalinaomega

Puncaknya, Talking Card memperoleh invitation untuk menjadi salah satu wedding vendor yang mengisi pameran pernikahan terbesar, Bride Story Market 2918. Talking Card menyisihkan ribuan wedding vendor lainnya untuk bisa memperoleh invitation dari Bride Story. Suatu prestasi yang besar karena Talking Card justru memperoleh invitation dan membuktikan bahwa kredibilitas Talking Card sudah diakui oleh berbagai pihak.

Bride Story sendiri merupakan direktori pernikahan terkenal di Indonesia yang memiliki klien-klien dari berbagai nusantara hingga mancanegara. Rata-rata pengunjung yang datang ke pameran tersebut merupakan pengunjung yang mencari kualitas dan merencanakan pernikahannya secara mewah.

Melalui Bride Story Market 2018 (sebelumnya Bride Story Market 2017 dikunjungi lebih dari 60 ribu pengunjung), Talking Card pastinya juga memperoleh calon-calon pelanggan dari pengunjung yang singgah di tenant Talking Card. Selain itu, nama Talking Card pun akan dikenal lebih luas lagi melalui informasi pengunjung yang disebarluaskan kepada kerabat dan keluarganya.

 

Pesan Rosalina Omega : Bagaimana melihat sesuatu yang besar dengan mengerjakan hal yang kecil ?

Talking Card

Instagram.com/rosalinaomega

Membangun Talking Card dari dianggap sebelah mata oleh orang hingga menjadi produk yang sekarang dikenal sangat baik dan berkualitas premium memberikan banyak pelajaran untuk seorang Rosalina Omega sebagai pendiri Talking Card.

Rosalina membagikan beberapa pesan yang kiranya dapat memberikan kita semangat dan motivasi terhadap apa yang kita kerjakan sekarang dan terbukti ampuh dari Talking Card yang dikerjakannya saat ini.

1. Miliki iman terlebih dahulu bahwa apa saja yang dikerjakan bisa menjadi besar

2. Tetapkan dimana passion kita karena kitalah yang mengetahui dimana letak bakat dan kemampuan kita. 

3. Kerjakanlah dari hal yang paling kecil, yakni lakukanlah setiap hari tanpa berhenti dan tanpa mengeluh. Banyak orang hanya semangat di awal tetapi ketika sudah menghadapi berbagai tantangan, langsung menyerah dan ingin mencoba hal lain.

4. Belajarlah memberi pujian kepada diri sendiri maupun kepada tim kita mulai dari hal yang paling mendasar sekalipun.

5. Jadikanlah hal yang kecil menjadi dampak yang besar. Mungkin kita merasa apa yang kita lakukan sekarang ini sepele, padahal apa yang kita lakukan itu berdampak besar bagi banyak orang.

6. Last but not least, lihatlah terus hasil akhirnya yang besar! Apabila kita hanya melihat apa yang kita kerjakan sekarang kadang membuat kita lemah. Latihlah hati kita untuk melihat jauh ke depan, melihat visi kita, melihat hasil akhirnya. Lihatlah bahwa apa yang kita lakukan saat ini sudah menjadi besar dan sangat besar dan menjadi berkat bagi buat banyak orang.

 

ALazy Business, Media for Entrepreneurs

“too lazy to do business”

Website     : www.alazybusiness.com

Instagram : @alazybusiness

Twitter       : @alazybusiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares