Sistem Holacracy di Startup Kamu? Kenapa Tidak?

Shares

Perkembangan teknologi yang pesat membentuk perilaku manusia yang berbeda pula dari waktu ke waktu. Bagaimana bisa kita lihat bahwa generasi baby boomers, generasi X, generasi Y bahkan generasi Z memiliki gaya hidupnya masing-masing. Hal ini juga pada akhirnya berlaku dalam penerapan sistem manajemen di perusahaan kamu apabila memiliki tim dari generasi milenial. Saat ini, ada metode manajemen baru yang bernama sistem Holacracy.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari website resmi Holacracy, Holacracy adalah metode baru dalam menjalankan suatu organisasi atau perusahaan yang menggantikan hirarki manajemen konvensional. Metode konvensional biasanya menjalankan organisasinya dengan sistem atas ke bawah, hal ini berbeda dengan Holacracy. Holacracy mendistribusikan wewenang langsung kepada masing-masing individu dan tim (desentralisasi) sehingga lebih leluasa dalam mengatur dengan caranya masing-masing, dengan catatan tetap sejalur pada tujuan organisasi.

loading...

Sistem Holacracy itu bisa dikatakan manajemen kerja tanpa adanya aturan yang baku, seakan-akan bekerja tanpa ada yang memimpin. Mengapa begitu? karena Holacaracy memberikan kebebasan penuh kepada setiap individu sesuai dengan kapabilitas dan kreatifitasnya masing-masing. Tujuannya adalah supaya masing-masing individu dapat bekerja secara maksimal dan mampu mencapai tujuan organisasi yang telah dirumuskan.

Berikut beberapa karateristik dari metode Holacracy, check it out!

Berorientasi pada tujuan
Sistem Holacracy
Source : holacracy.com

Organisasi dengan metode Holacracy memiliki fokus pada tujuan di setiap tingkatannya yang meliputi tujuan organisasi, tujuan tim dan tujuan individu yang akan dicapai secara eksplisit (tegas, tidak bertele-tele) dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya. Masing-masing individu akan diberi kebebasan dalam bekerja dengan orientasi pada tujuan.

Hasil yang diharapkan adalah setiap anggota tim memiliki semangat, energi positif yang berjalan sesuai dengan tujuan organisasi tempat mereka bekerja. Kebebasan diberikan dengan harapan membuka potensi diri mereka untuk berusaha keras bersama-sama mencapai tujuan organisasi.

 

Responsif

Sistem Holacracy
Source : medium.com

Kebebasan yang dimiliki oleh masing-masing individu juga memberikan mereka pengetahuan dan seluk beluk perusahaan lebih dalam. Mengapa bisa? pemberian kebebasan diharapkan mampu membuat mereka mempunyai rasa memiliki akan perusahaan sehingga mereka mau untuk berdedikasi lebih besar untuk organisasi. Oleh karena itu, setiap individu yang ada dalam organisasi akan bertindak sebagai “sensor” untuk organisasi.

Keputusan inkremental (perlahan-lahan tapi pasti, teratur) terbentuk dari adanya kebebasan yang diberikan kepada setiap individu. Oleh karena itu, anggota organisasi dapat merespon dengan cepat terhadap lingkungan yang berubah mereka akan mampu mengembangkan bisnis dengan cepat dan tanggap.

 

“Aturan main” yang eksplisit

Sistem Holacracy
Source : simplilearn.com

Sistem Holacracy menggantikan hirarki manajemen tradisional dengan aturan yang eksplisit (tegas, tidak bertele-tele) dan fleksibel. Hal ini memberikan kejelasan dan pengambilan keputusan yang transparan di setiap tingkatan organisasinya. Aturan eksplisit memberikan keuntungan berupa bagaimana pekerjaan diselesaikan dengan jelas, menghilangkan dinamika kekuatan yang tak terlihat sebelumnya dan membuat hubungan kerja menjadi lebih bersih.

Mengapa penjelasan diatas bisa terjadi dalam Holacracy? karena setiap individu diberikan kebebasan dalam mengekspresikan kemampuan dan kapabilitasnya dalam pekerjaannya. Kebebasan yang ada memiliki pertanggungjawaban pada setiap pekerjaan yang dilakukan. Perumpamaannya adalah jangan hanya mau diberikan kebebasan tetapi kebebasan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

 

Peran dan tanggung jawab yang transparan pada sistem Holacracy

Sistem Holacracy
Source : telegraph.co.uk

Sistem Holacracy merubah jobdesc (deskripsi pekerjaan) yang statis (itu-itu saja) menjadi pemberian peran dan tanggung jawab yang dinamis. Contohnya, bagaimana Holacracy mampu membuat 50 anggota organisasi untuk bekerja dengan 300 peran pekerjaan yang dalam organisasi tersebut? Apakah mustahil? Bagi ahli maupun pengguna metode Holacracy akan menjawab hal itu sangat bisa dilakukan.

Peran dan tanggung jawab yang dinamis yang ada dibuat transparan dan berkembang sesuai dengan perubahan organisasi yang terjadi saat itu juga. Setiap anggota dan tim harus mengatur dirinya masing-masing dengan memantau dan menyesuaikan struktur dan karateristik dari mereka sendiri, selalu dengan catatan harus sejalan dengan tujuan organisasi. Pada akhirnya akan membuat suatu kejelasan yang sistematis pada peran dan tanggung jawab masing-masing bahkan pekerjaan akan menjadi lebih ramping, ketika organisasi tumbuh.

Deskripsi pekerjaan statis menjadi peran dan tanggung jawab dinamis yang transparan dan berkembang seiring perubahan organisasi. Setiap tim mengatur diri sendiri dengan memantau dan menyesuaikan struktur mereka sendiri, hampir real-time, sejalan dengan tujuan organisasi. Kejelasan ini berkembang ketika organisasi tumbuh, merampingkan pekerjaan dan mempertahankan kepemilikan yang jelas.

 

Namun, hal menjadi perhatian utama dalam Holacracy adalah bagaimana menerapkan metode ini secara baik dan tepat kepada organisasi atau perusahaan kita. Penerapan yang salah justru menjadikan boomerang bagi organisasi atau perusahaan itu sendiri. Penerapan yang salah akan membuat adanya penyelewengan otoritas, hirarki yang berantakan bahkan menjadi semakin tidak efektifnya suatu organisasi atau perusahaan.

Ketika Holacracy mampu diterapkan secara baik, tentunya menjadi sebuah keuntungan yang sangat besar terutama bagi organisasi atau perusahaan yang mayoritas anggotanya merupakan generasi milenial. Bisa dibilang, Holacracy merupakan metode yang cocok untuk generasi milenial dan startup yang sedang banyak dirintis di era teknologi ini.

So, buat kalian yang punya organisasi atau perusahaan apakah tertarik menggunakan metode ini?

 

A Lazy Business, Media for Entrepreneur

“too lazy to do business”

Website     : www.alazybusiness.com

Instagram : @alazybusiness

Twitter       : @alazybusiness

“Media for Entrepreneur”

ALazyBusiness

"Media for Entrepreneur"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares