Kisah Sukses William Tanuwijaya, Penjaga Warnet yang Menjadi Pendiri Tokopedia

Shares

Hai genks, kembali lagi dalam sesi success stories. Pada kali ini, AlazyBusiness akan membahas tentang pengusaha muda yang masih berumur 30-an tetapi sudah memiliki bisnis startup yang super gede, genks! Salah satu startup Indonesia yang masuk dalam kelompok elite “startup unicorn” (nilai perusahaan startup yang lebih dari USD 1 miliar. Yap, siapa lagi kalau bukan William Tanuwijaya sang pendiri Tokopedia.

Sumber : Wartakepri.co.id

 

BIOGRAFI : PERNAH MENJADI PENJAGA WARNET

William berasal dari kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. William mengenyam pendidikan dari SD hingga SMA di kota tersebut dan ketika William lulus, William melanjutkan pendidikan kuliahnya di Universitas Bina Nusantara jurusan Teknik Informatika.

Pada awal mula kuliah, Ayah William sempat jatuh sakit yang membuat William sempat menumpang di rumah pamannya dan bekerja sampingan sebaga penjaga warnet. William tidak kecewa dengan kondisi kehidupannya pada saat itu melainkan William mengambil pelajaran bahwa betapa penting dan bermanfaatnya internet karena internet memberikan kemudahan-kemudahan yang tak terduga.

Selepas kuliah, William bekerja di perusahaan software dan game developer. Berdasarkan pengalaman dan kecerdasan William melihat peluang, tergeraklah William untuk mndiri perusahaan startup yang bergerak di dunia e-commerce.

 

ASAL MULA TOKOPEDIA

Tokopedia merupakan salah startup e-commerce (situs jual beli) asli Indonesia yang memiliki ciri khas berwarna hijau. Ide Tokopedia awalnya dicetuskan oleh William karena William melihat ada peluang di sektor bisnis ecommerce pada saat itu. Peluang yang dilihat William dikarenakan banyaknya orang-orang yang mengeluh terjadinya penipuan pada situs jual beli online yang ada pada saat itu.

William Tanuwijaya (Kanan) dan Leontinus Alpha Edison (Kiri)

Sumber : Liputan6.com

 

William pun tidak sendiri, William mengajak salah satu rekannya yang bernama Leontinus Alpha Edison sebagai COO (Chief Operating Officer) untuk membantu mengembangkan Tokopedia. Bisnis ini awalnya dirintis pada tanggal 6 Februari 2009. Waktu yang dibutuhkan Tokopedia untuk mengembangkan startup ini kurang lebih menghabiskan waktu 6 bulan. Tokopedia dirilis secara resmi pada tanggal 17 Agustus 2009.

 

PERJUANGAN MEMBANGUN TOKOPEDIA : TIDAK DIPERCAYA HINGGA DIREMEHKAN ORANG LAIN

William menceritakan bahwa pada saat awal mula William mendirikan Tokopedia, William banyak diremehkan orang. William menceritakan mimpinya untuk membuat e-commerce sepert eBay. Banyak orang yang meremehkan mimpinya karena mimpi tersebut terlalu besar.

Saya dianggap punya mimpi ketinggian. Apa yang mau saya capai dibilang muluk-muluk, ujar William Tanuwijaya.

Selain itu, William membutuhkan 2 tahun untuk mencari pendanaan. Banyak juga orang-orang yang tidak percaya akan idenya dan mereka takut bahwa ide tersebut akan gagal.  Akhirnya, William memperoleh pendanaan dari bosnya tempat bekerjanya dulu yang memberikan modal sebesar 10%.

Dengan pendanaan yang terbatas itulah, William dan Leontinus merintis Tokopedia dengan maksimal. Perkembangan Tokopedia dari tahun ke tahun sangatlah baik. Pada tahun pertamanya saja sejak dirilis, Tokopedia sudah mendapatkan suntikan dana investasi. Bahkan Tokopedia berhasil menyabet penghargaan dari Bubu Awards sebagai startup ­e-commerce terbaik di Indonesia. Sejak saat itu, investor mulai berdatangan untuk menyuntik dana di Tokopedia seperti East Ventures pada tahun 2010, CyberAgent Ventures pada tahun 2011, Beenos pada tahun 2012, SoftBank pada tahun 2013. Yang terbaru, Tokopedia mendapatkan suntikan dana dari Alibaba dengan nilai sekitar 14 triliun rupiah pada tahun 2017. WOW!

 

PELAJARAN YANG KITA BISA PETIK DARI SEORANG WILLIAM TANUWIJAYA

Sumber : Franchise-expo.co.id

 

AlazyBusiness merangkum beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari cerita sukses diatas :

  1. Ide datang dari hal yang sederhana dan bagaimana ide tersebut mampu berdampak positif terhadap sekitar
  2. Ketika kita diremehkan oleh orang lain, jadikan hal tersebut motivasi dan energi lebih untuk kita dalam mewujudkan mimpi kita. Jangan buat hal tersebut melemahkan mental dan motivasi kita.
  3. Kita harus menjadi pribadi yang percaya diri dan yakin terhadap ide bisnis kita sendiri. Kepercayaan diri dan keyakinan yang kuat akan membuat kita berani menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ke depannya
  4. Disiplin dan ketekunan akan membuat bisnis kita semakin berkembang. Jangan pernah mudah menyerah menghadapi masalah-masalah yang ada, tetaplah belajar disiplin dan tekun dalam menjalankan bisnis kita. Percayalah, hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha.

 

Gimana genks? Terinspirasi tidak dari seorang William Tanuwijaya? Selamat berjuang ya teman-teman untuk bisnis-bisnisnya.

 

A Lazy Business, Indonesia’s Creative Business Media

“too lazy to do business”

Website     : www.alazybusiness.com

Instagram : @alazybusiness

Twitter       : @alazybusiness

 

REFERENSI :

  1. https://www.hipwee.com/sukses/william-tanuwijaya-ceo-yang-merintis-karier-dari-penjaga-warnet-kamu-pun-bisa-ikuti-jejaknya/
  2. https://www.alona.co.id/inspirasi/kisah-sukses-william-tanuwijaya-sang-pendiri-tokopedia/
  3. https://www.finansialku.com/kisah-sukses-william-tanuwijaya-pendiri-tokopedia/
  4. http://wartakepri.co.id/2017/08/19/william-tanuwijaya-orang-siantar-pendiri-tokopedia-raih-investasi-rp-14-triliun%E2%80%8B/
  5. http://m.liputan6.com/tekno/read/2092542/tokopedia-ingin-jadi-ikon-perusahaan-internet-indonesia

“Media for Entrepreneur”

ALazyBusiness

"Media for Entrepreneur"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares