Gibran Rakabuming Raka, Anak Presiden yang Memilih Menjadi Wirausaha

Shares

Menjadi seorang anak dari Presiden Joko Widodo tidak serta merta membuat Gibran Rakabuming Raka untuk ikut terjun di dunia perkancahan politik Indonesia. Gibran justru lebih membuka bisnis sendiri dan menjadi seorang wirausaha. Bahkan, Gibran menjalankan bisnis-bisnisnya dengan mandiri dan usahanya sendiri.

Gibran memulai usahanya semenjak lulus kuliah dari University of Technology Insearch Sydney, Australia pada tahun 2010. Gibran memulai bisnis pertamanya dengan membuka usaha katering Chilli Pari. Gibran melihat ada peluang yang besar di bidang katering ini. Selain itu, orang tua Gibran memiliki gedung Graha Saba Buana yang sering digunakan untuk acara pernikahan. Tidak ada salahnya Gibran mencoba lini bisnis baru katering untuk melengkapi bisnis persewaan gedung milik orang tuanya itu.

Bagaimana kelanjutan perjalanan bisnis dari Gibran Rakabuming Raka? Oleh karena itu, ALazyBusiness merangkum kisah sukses dan pengalaman Gibran Rakabuming Raka yang sekiranya dapat kita pelajari dan petik ilmunya. Yuk dilihat dan dibaca, siapa tau bisa ketularan sukses seperti Gibran!

Memilih menjadi pengusaha ketimbang bekerja ikut orang lain

Gibran Rakabuming Raka

Source : Tribunnews.com

Gibran memiliki prinsip yang kuat dan teguh untuk menjadi seorang pengusaha. Dalam wawancara dengan Detik, Gibran lebih memilih membuka usaha daripada bekerja ikut orang lain. Gibran menuturkan bahwa prinsipnya daripada bekerja ikut orang lain lebih baik membuka warung kecil karena bisa membuka lapangan pekerjaan, bisa menjadi mandiri dan ketika sukses bisa dikembangkan menjadi lebih besar lagi.

Gibran kini memiliki beberapa bisnis yang terdiri dari katering Chilli Pari, Markobar (Martabak Kota Baru), kuliner ceker ayam Cakar Dheer, jas hujan Tugas Negara Bos hingga aplikasi Madhang (bersama Kaesang) dan Kerjaholic.

Bisnis-bisnis Gibran Rakabuming Raka pun berkembang sangat pesat. Markobar saat ini telah memiliki 35 cabang di Indonesia dan akan membuka cabang baru di Manila, Filipina. Selain itu, katering Chilli Pari juga telah meng-handle banyak acara-acara besar.

 

Membangun bisnis dari nol, tidak meneruskan usaha orang tua

Gibran Rakabuming Raka

Source : Tempo.co

Gibran lebih memilih untuk memulai bisnis sendiri dibandingkan meneruskan usaha orang tuanya. Walaupun begitu, orang tua Gibran tetap mendukung langkah anaknya. Bisnis awal yang dirintis oleh Gibran adalah katering Chilli Pari pada tahun 2010. Gibran pun tidak memperoleh modal usaha dari orang tuanya ketika memulai bisnisnya. Gibran memulai semua bisnisnya secara mandiri.

Tantangan yang dihadapi Gibran pada awal merintis Chilli Pari adalah berusaha memperoleh trust (kepercayaan) dari customer. Bisnis katering bukan seperti bisnis restoran karena orang berani mencoba ketika ada restoran baru sedangkan orang tidak berani mencoba ketika ada katering baru. Mereka lebih mempercayakan katering yang telah berpengalaman untuk urusan acara besar.

Usaha yang dilakukan Gibran untuk memperoleh trust dimulai dari memperkenalkan Chilli Pari kepada orang terdekat seperti keluarga dan teman. Selain itu, Gibran juga mengambil pesanan dengan kuantitas kecil dulu barulah tahun-tahun berikutnya Gibran mengambil pesanan dengan kuantitas yang lebih banyak. Pesanan awal yang diterima oleh Gibran berjumlah puluhan porsi saja.

 

Pesan penting Gibran Rakabuming Raka untuk memulai bisnis secara sukses

Gibran Rakabuming Raka

Source : Webbisnis.com

Beberapa pesan dari Gibran bagi yang ingin memulai bisnis (poin-poin dirangkum dari hasil wawancara dengan Detik) :

1. Jangan malu untuk memulai sesuatu dari hal yang kecil

Ada peribahasa mengatakan “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit” yang berarti segala hal yang besar berawal dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Kita harus setia pada hal-hal yang kecil, berusaha menyelesaikan satu demi satu untuk mencapai tujuan yang ingin kita capai.

Jangan pernah malu untuk berbisnis dari hal yang kecil. Mungkin kita malu karena penghasilan kita di awal berbisnis jauh lebih sedikit dibandingkan dengan penghasilan teman-teman yang bekerja pada perusahaan orang. Ada saatnya bisnis yang kita rintis akan melejit jauh ke atas dan kita akan menikmati dengan sendirinya. Hal kecil yang kita bangun dan kerjakan tanpa mengeluh akan bertransformasi menjadi hal yang besar dan bisa saja menginspirasi banyak orang untuk berbuat lebih baik lagi.

 

2. Modal bisa diperoleh dari berbagai cara

Memulai bisnis tidak bisa dipisahkan dengan berapa modal yang harus disiapkan. Kita harus berpikir cerdas supaya bisa memperoleh modal untuk memulai bisnis yang telah direncanakan. Menurut Gibran, modal bisnis bisa diperoleh melalui berbagai cara.

Modal bisa diperoleh dari pinjaman Bank. Apabila ditolak, masih bisa mencarinya melalui pinjaman koperasi. Apabila takut dengan resiko bunga yang besar, kita bisa mencari partner bisnis semisal kita memberikan ide, partner tinggal menyiapkan modalnya atau modal bisnis dibagi bersama.

 

3. Jujur dan kerja keras dalam menjalankan bisnis

Kerja keras merupakan salah satu pilar penting dalam menjalankan bisnis. Kesuksesan tidak akan bisa dicapai tanpa adanya kerja keras. Semua berawal dari kerja keras, usaha kita untuk berbuat sesuatu. Banyak orang sukses mengatakan kita harus tekun dalam berbisnis. Ketekunan berbisnis pun berawal dari kerja keras bagaimana kita mau berusaha step by step dan terus melangkah seberat apapun tantangan yang kita hadapi.

Kerja keras yang baik menjadi sempurna ketika kita memiliki sifat kejujuran. Kejujuran itu erat kaitannya dengan integritas. Jika kita memiliki sifat kejujuran berarti kita merupakan pribadi yang berintegritas. Kejujuran akan mendatangkan kepercayaan dari orang lain untuk kita. Kepercayaan akan meningkatkan kredibilitas yang berdampak terhadap track record yang positif pada diri kita.

 

ALazy Business, Media for Entrepreneurs

“too lazy to do business”

Website     : www.alazybusiness.com

Instagram : @alazybusiness

Twitter       : @alazybusiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares