Dua Putra Maju, Toko Tas di Samarinda yang Sukses dan Berhasil

Shares

ALazyBusiness telah memilih kembali UKM Of The Month untuk edisi Agustus 2018 (cara mendaftar, klik disini) yang jatuh kepada Dua Putra Maju. Dua Putra Maju merupakan salah satu bisnis toko tas di Samarinda, Kalimantan Timur. Dua Putra Maju dimiliki oleh William Winarwan, anak muda yang masih berusia 23 tahun. Dua Putra Maju berlokasi di Jalan Pelita nomor 28 Samarinda, Kalimantan Timur (lihat map). Untuk melihat produk-produk yang dijual, bisa dilihat di Instagram dan Facebook Dua Putra Maju.

Dua Putra Maju merupakan cabang baru dari Dua Putra Jaya, perusahaan keluarga di bidang penjualan tas di Samarinda sejak tahun 1998. Namun, Dua Putra Maju didirikan atas inisiasi William sendiri. Orang tuanya hanya memberikan saran yang terbaik. Saat ini, Dua Putra Maju sudah mulai berkembang dengan pesat.

Berani membuat gebrakan untuk keluar dari zona nyaman

Toko Tas di Samarinda

Source : ALazyBusiness.com

Selepas lulus kuliah, William membantu usaha orang tuanya dengan menjaga kasir dan melayani pelanggan. William pun merasa apa yang dikerjakannya terasa membosankan dan hanya berada di zona nyaman. Kebetulan, orang tua William juga memiliki sebuah ruko yang tidak dipakai. Akhirnya, William memberanikan diri untuk membuka usaha yang di-handle secara mandiri.

Membuat gebrakan seperti ini bukanlah hal yang mudah. Berani berbisnis boleh tetapi tetap harus merencanakan secara matang bisnis apa yang akan dibuka, sama halnya dengan William. William juga mendiskusikannya terlebih dahulu kepada orang tuanya yang memiliki pengalaman berbisnis lebih banyak.

Pada saat itu William ingin membuka bisnis penjualan spare part motor namun tidak jadi karena bisnis tersebut membutuhkan ruangan yang cukup besar dan montir yang berpengalaman. Akhirnya, William memutuskan untuk mengembangkan sayap bisnis penjualan tas orang tuanya.

William melihat daerah rukonya sebagai daerah yang bagus untuk memasarkan produk tas-tasnya. Daerah rukonya pun tidak memiliki saingan untuk bisnis penjualan tasnya. Selain itu, jarak antara outlet pertama dengan ruko yang akan dibuat William berbisnis sekitar 5 kilometer. Saat ini, bisnis William telah berjalan lancar selama 1,5 tahun lamanya.

 

Merintis dari hal yang kecil hingga menjadi hal yang besar

Toko Tas di Samarinda

Source : ALazyBusiness.com

Merintis itu membutuhkan waktu supaya kita bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. William mengalami tantangan yang cukup berat saat awal menjalankan bisnisnya. Bisnis penjualan tasnya pun sangat sepi sekali. Dalam satu minggu, pembeli yang datang bisa dihitung dengan jari. Tantangan ini pun berlangsung sekitar 5 bulan lamanya.

Kemudian, temannya William menyarankan mengapa tidak mencoba untuk berjualan juga di media sosial. William pun setuju dengan saran itu. William pun pelan-pelan memulai promosi bisnis penjualan tasnya di media sosial. William pun mempromosikan bisnisnya ke Facebook dan Instagram.

Step by step akhirnya hasil itu terlihat. 1 bulan pertama, bisnis penjualan tasnya William mengalami peningkatan pembeli sedikit demi sedikit. Sebagian masyarakat Samarinda pun juga mulai mengetahui keberadaan Dua Putra Maju sebagai toko tas di Samarinda. Tujuan William untuk memperkenalkan bisnisnya pun telah tercapai.

Rencana William saat ini adalah terus meningkatkan penjualan tasnya secara online dan memperkenalkan Dua Putra Maju sebagai toko tas di Samarinda ke seluruh masyarakat Samarinda. Bahkan, William juga menerima pesanan tas secara grosir ke toko-toko kecil, instansi, lembaga di wilayah Samarinda dan sekitarnya seperti Kota Tenggarong, Bontang, dll.

 

Jangan takut memulai, rencanakan secara matang dan bersyukur untuk setiap hasil yang diperoleh

Toko Tas di Samarinda

Source : ALazyBusiness.com

William sempat merasa takut pada saat merencanakan bisnis penjualan tasnya. William takut tidak bisa menjalankan bisnis penjualan tasnya karena sudah terlalu lama meninggalkan bisnis itu (William berkuliah di Surabaya selama 4 tahun). William tidak percaya diri akan kemampuannya dalam berbisnis penjualan tas pada saat itu.

Setelah William kembali ke Samarinda, dia berusaha mempelajari kembali (membantu orang tuanya menjalankan Dua Putra Jaya) mengenai seluk beluk bisnis penjualan tas dengan tujuan menumbuhkan rasa percaya dirinya yang telah lama hilang. Namun pada saat itu, William tetap merasa biasa-biasa saja karena semua keperluan Dua Putra Jaya diurus oleh orang tuanya, sehingga William kurang terjun langsung karena masih ada campur tangan orang tua.

William pun akhirnya berpikir bahwa usianya pada saat itu telah menginjak 22 tahun dan dia harus memberanikan dirinya untuk membuka cabang. Sekarang, William cukup berhasil mengembangkan bisnis penjualan tasnya yang bernama Dua Putra Maju sebagai toko tas di Samarinda yang sukses.

William pun menyampaikan pesan kepada ALazyBusiness bahwa ada 3 poin yang dia pelajari selama menjalankan bisnisnya adalah sebagai berikut :

1. Jangan terlalu banyak berpikir ini itu yang hanya membuat kita semakin takut,”aku takut ini”,”kalau misalkan terjadi ini bagaimana ya”,”kalau gagal gimana ya”. Jalanin saja dengan semangat dan pantang menyerah maka kita akan mendapatkan hasilnya karena hasil tidak akan pernah mengkhianati proses.

2. Rencanakan dengan matang setiap keputusan yang diambil. Terjun berbisnis secara mandiri sangat boleh tetapi jangan sampai terjun bebas tanpa perencanaan yang matang.

3. Syukuri semua hasil yang telah kita peroleh dari usaha kita. Selalu bersyukur ketika hasil yang kita peroleh itu mau banyak atau sedikit, yang penting kita mau berusaha dan bersyukur setiap saat.

 

ALazy Business, Media for Entrepreneurs

“too lazy to do business”

Website     : www.alazybusiness.com

Instagram : @alazybusiness

Twitter       : @alazybusiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares