Cara Membuat Budgeting untuk Bisnis

Shares

Cara membuat budgeting untuk bisnis akan menentukan bagaimana anggaran bisnis dapat terkontrol dengan baik atau tidak. Budgeting adalah tools yang baik dan harus diterapkan dalam bisnis karena dengan kita membuat budgeting secara tidak langsung kita seolah – olah seperti membuat “GPS” untuk bisnis kita, hal tersebut dapat membantu kita untuk mencapai tujuan.

Terdapat prinsip yang baik terkait bisnis yang berhubungan dengan budgeting yaitu “sebelum anda menghasilkan uang, anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana caranya untuk mempergunakan uang tersebut”.

Tujuan utama dalam membuat budgeting untuk membantu kita melihat berapa dana yang kita miliki, berapa banyak yang harus kita gunakan, dan berapa banyak yang kita butuhkan untuk mencapai target kita.  Salah satu manfaat budgeting adalah :

1. Dapat mengetahui biaya yang kita butuhkan untuk keperluan bisnis,
2. Mengetahui struktur biaya kita dan untuk mengontrol biaya – biaya tersebut.
3. Mengetahui keuntungan yang harus kita capai supaya bisnis kita dapat survive dan grow.
4. Salah satu tools perencanaan bisnis

Berikut ALazyBusiness akan menjelaskan bagaimana cara membuat budgeting untuk bisnis yang baik dan di akhir artikel, AlazyBusiness bagikan template budgeting secara cuma-cuma buat teman-teman yang sedang menjalankan usahanya.

Cara Membuat Budgeting untuk Bisnis

Cara Membuat Budgeting untuk Bisnis

Source : Gestiopolis.com

Di bawah ini kita akan membahas step by step cara membuat budgeting untuk bisnis per bulan secara sederhana, yuk disimak!

1. Membuat list pendapatan bulanan (asumsi) termasuk juga pendapatan bunga ( deposito atau surat hutang).
Jika berbentuk piutang maka gunakan history pembayaran customer untuk mengetahui berapa presentasi dari penjualan yang dapat langsung ditagih sebagai dasar berapa kira – kira kas yang kita miliki atas pembayaran customer

2. Membuat daftar fixed expense , variable expense setiap bulan.
2.1 Fixed expense
Biaya – biaya yang pasti dikeluarkan oleh bisnis kita seperti biaya gaji, biaya sewa, biaya bunga bank, dll. Untuk biaya ini kita harus berhati – hati karena biaya ini merupakan biaya yang pasti dikeluarkan sehingga jika fixed expense kita besar maka kita harus memotong biaya yang lainnya atau berusaha mempercepat penagihan jika tidak maka kita akan kesulitan membayar sehingga kita membutuhkan dana dari luar ( pinjaman bank) yang membuat kita menambah biaya bunga yang dapat menganggu aktifitas operasional bisnis kita.

2.2 Variable expense
biaya – biaya yang fleksibel atau biaya yang timbul jika kita melakukan suatu aktifitas bisnis contohnya fee marketing, pembelian bahan baku, biaya produksi,dll. Biasanya biaya ini meningkat mengikuti penjualan, sehingga jika penjualan makin tinggi maka biaya ini secara otomatis akan meningkat.

3. Membandingkan antara budget vs aktual.
Budget harus selalu dipantau setiap bulan paling tidak pengeluaran kita sesuai / dibawah budget, apabila melebihi budget tetapi hanya berkisar 1% – 6% itu tidak masalah karena hal tersebut lumrah mengingat adanya inflasi / suatu kondisi tertentu.

Tetapi yang perlu diperhatikan adalah variance atau selisih antara budget  dengan actual apakah sudah sesuai apa banyak yang meleset? Jika banyak yang meleset kita harus membuat budget lagi yang lebih sesuai dan juga perencanaan yang lebih matang lagi agar bisnis kita tetap baik.

 

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Budget 

Cara Membuat Budgeting untuk Bisnis

Source : Theapopkavoice.com

1. Terms 
Budget yang kita buat untuk tahun ini atau untuk 5 tahun mendatang? Umumnya budget dibuat untuk keperluan dalam setahun ke depan dan dikontrol setiap bulan, triwulan, kuartalan atau semesteran.

2. Assumption
Asumsi apa yang kita gunakan untuk memperkirakan budget kita dengan dasar data sekarang.

Kita tidak perlu terlalu detail dalam memperhatikan setiap item di pendapatan ataupun beban karena mereka saling berkaitan, sehingga dalam membuat asumsi untuk membuat budget lebih baik kita lebih berfikir strategi  apa ke depan yang akan kita lakukan, salah satunya adalah menanyakan beberapa pertanyaan kepada diri kita sendiri sebelum membuat asumsi. Contoh pertanyaan:

– Apakah tahun depan saya akan meningkatkan harga jual produk saya? Jika iya berapa %?
– Apakah saya akan memasuki market baru? Bila iya apa strategi saya memasuki market tersebut dan berapa biayanya?
– Apakah saya ingin meluncurkan produk baru? Jika iya berapa biaya RnD dan biaya pemasarannya.

Akan tetapi dalam membuat budget lebih baik untuk melakukan estimasi berapa penjualan yang akan kita raih karena beban akan mengikut perkiraan penjualan yang akan diraih semisal kita menginginkan pertumbuhan sebanyak 10% untuk tahun depan maka kemungkinan biaya yang akan meningkat adalah biaya iklan, Biaya komisi, biaya produksi,dll.

Dalam membuat budget tidak perlu terlalu kaku karena kembali lagi budget adalah perkiraan dan asumsi – asumsi diatas akan membuat budget menjadi lebih realisitis.

Sekian artikel dari Alazybusiness semoga kalian dapat mempraktekan cara membuat budgeting untuk bisnis yang baik dan terdapat bonus template budget sederhana yang dapat didownload.

Download:

Budget-ALB

 

ALazy Business, Media for Entrepreneurs

“too lazy to do business”

Website     : www.alazybusiness.com

Instagram : @alazybusiness

Twitter       : @alazybusiness

2 thoughts on “Cara Membuat Budgeting untuk Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares