Atlit Bridge di Asian Games 2018 Ini Merupakan Orang Terkaya Indonesia!

Shares

Perhelatan akbar Asian Games 2018 Jakarta – Palembang sebentar lagi akan segera dimulai. Opening ceremony pembukaan Asian Games 2018 dilaksanakan tepat tanggal 18 Agustus 2018, satu hari setelah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Para atlet dari berbagai negara di Benua Asia pun sudah mulai berdatangan dan bahkan sudah ada yang memulai pertandingan kualifikasi seperti olahraga sepak bola, basket dan bola tangan.

Total cabang olahraga yang dipertandingkan adalah sebanyak 40 cabang. Kontingen Indonesia sendiri menyumbang 937 atlet di Asian Games 2018. Ada satu hal yang menarik di antara ratusan kontingen Indonesia yang datang dari cabang olahraga bridge. Salah satu atlit bridge di Asian Games 2018 merupakan orang terkaya di Indonesia. Siapa sih kira-kira? Yuk, dibaca profil atlit bridge di Asian Games 2018 ini!

 

Michael Bambang Hartono, Atlit Bridge Sekaligus Atlit Tertua Kontingen Indonesia di Asian Games 2018

atlit bridge di asian gamesSource : Asiangames2018.id

Michael Bambang Hartono merupakan atlit bridge di Asian Games 2018. Michael menjadi salah satu dari 24 atlet bridge Indonesia yang akan berlaga. Michael juga menjadi atlit tertua Indonesia dengan usia 78 tahun di perhelatan olahraga akbar 4 tahun sekali di Benua Asia itu.

Michael akan beraksi di cabang olahraga bridge nomor supermixed team dan berpasangan dengan Bert Toar Polii. Apabila berhasil memperoleh emas, Michael akan menyumbangkan bonus senilai Rp 1,5 miliar dari pemerintah kepada organisasi untuk hal pembinaan.

“Saya bermain bridge sudah tidak cepat pikun, hobi saya yang lain adalah senam taichi yang banyak membatu agar tetap fokus,” ucap Michael dilansir dari Antara.

“Di olahraga bridge, ada bidding, yaitu mengumpulkan data untuk dianalisa, disimpulkan dan kemudian diputuskan strategi apa yang akan diambil saat bertanding,” sambungnya mengenai olahraga yang sudah ia pelajari sejak enam tahun.

Michael tidak hanya menjadi seorang atlit bridge di Asian Games 2018 tetapi Michael juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PB GABSI (Gabungan Bridge Seluruh Indonesia). Tim Bridge Indonesia menargetkan dua emas di ajang Asian Games 2018. Tim bridge Indonesia juga telah menjalani training di negara Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa guna mempersiapkan diri para atlit bridge di Asian Games 2018.

 

Pemilik Djarum dan Berbagai Lainnya hingga Pembinaan Badminton

atlit bridge di asian gamesSource : Kompas.id

Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono merupakan kakak beradik sekaligus generasi kedua dari perusahaan rokok Djarum. Perusahaan ini dilanjutkan oleh keduanya setelah ayahnya meninggal pada tahun 1963. Djarum telah berkembang menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia saat ini.

Bisnis-bisnis lainnya yang didirikan oleh kakak beradik ini sangat beragam mulai dari perbankan, properti, consumer goods, elektronik hingga e-commerce. Contoh perusahaan-perusahaan yang telah didirikan dan dikelola bersama keluarga besarnya antara lain Djarum, Bank Central Asia, Polytron, Blibli, Grand Indonesia, Yuzu dan masih banyak lagi.

Dua pengusaha ini juga memiliki pembinaan olahraga badminton yang bernama PB Djarum. Pembinaan yang dikepalai oleh Robert Budi Hartono ini telah menghasilkan banyak pemain badminton berkualitas. Beberapa jebolan PB Djarum dari era dulu hingga sekarang antara lain Liem Swie King, Christian Hadinata, Icuk Sugiarto, Kevin Sanjaya, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir dan masih banyak lagi.

 

Orang Terkaya di Indonesia Bersama Saudaranya, Robert Budi Hartono

atlit bridge di asian gamesSource : Globeasia.com

Globe Asia merilis 150 orang terkaya di Indonesia pada pertengahan tahun 2018 lalu (daftar lengkapnya bisa lihat disini). Michael Bambang Hartono bersama dengan saudaranya, Robert Budi Hartono tetap berada di puncak sebagai orang terkaya di Indonesia. Belum ada pengusaha di Indonesia yang bisa menggeser kekayaan kakak beradik ini dalam beberapa tahun belakangan.

Kekayaan Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono mencapai USD 21 miliar atau sekitar Rp 307 triliun! Kekayaan mereka meningkat sekitar USD 3 miliar dibandingkan dengan tahun 2017. Meningkatnya kekayaan mereka karena efek pertumbuhan industri perbankan yang naik sekitar 30 di mana saham Bank Central Asia juga meningkat dari Rp 18.000 menjadi Rp 22.000.

Selain itu, bisnis-bisnis lainnya seperti bisnis rokok, perkebunan, pabrik kelapa sawit menunjukkan pertumbuhan yang stabil dalam tiga tahun terakhir. Michael dan Robert juga memiliki lini bisnis lainnya di sektor properti, consumer goods hingga e-commerce.

 

ALazy Business, Media for Entrepreneurs

“too lazy to do business”

Website     : www.alazybusiness.com

Instagram : @alazybusiness

Twitter       : @alazybusiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares