7 Kebiasaan Hal Penting untuk Terlihat Professional Dalam Berbisnis

Shares

Bertemu dengan orang merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan ketika seseorang berbisnis. Tujuan bertemu dengan orang biasanya rapat dengan pihak lain, melakukan penawaran, negosiasi, koordinasi dan sebagainya. Tentunya sikap professional dalam berbisnis harus dikedepankan sebagai nilai jual kita ke pihak lain dengan tujuan meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan di mata pihak lain.

Professionalitas merupakan aspek penting ketika bertemu dengan orang, khususnya untuk orang yang baru pertama kali bertemu dengan kita. Professionalitas menjadi salah satu kunci yang menentukan kerja sama itu bisa terjalin atau tidak.

Berikut ada  7 hal yang bisa diperhatikan untuk teman-teman supaya bisa terlihat professional dalam berbisnis.

1. Bangunlah Kesan Pertama yang Baik

Professional dalam berbisnis
Pic : Thinkresults.com.au

Ada perkataan bahwa “kamu tidak akan memperoleh kesempatan kedua dalam membuat kesan pertama yang baik”. Kita hanya memiliki beberapa detik untuk membuat suatu kesan dari diri kita kepada orang lain. Oleh karena itu, bagaimana kita berpenampilan dan bagaimana caranya supaya kita bisa terlihat penting.

Belajarlah dari orang-orang yang telah sukses berbisnis, bagaimana mereka berpenampilan, bagaimana mereka membawa dirinya dan bagaimana mereka bisa terlihat penting di mata orang lain. Beberapa pertanyaan tersebut harus dikombinasikan satu dengan yang lainnya.

Beberapa contoh orang-orang sukses dengan kesan yang baik seperti Warren Buffet berpenampilan sederhana tetapi memiliki prinsip investasi yang sangat berhasil. Contoh lainnya adalah Wishnutama (CEO Net TV) wajib memiliki seragam yang rapi, tidak “lecek” dan sangat disiplin dalam bekerja.

Semua kembali ke pribadi masing-masing, bagaimana cara kita supaya diri sendiri juga nyaman dengan pilihan. Apakah mau mengikuti cara Warren Buffet, Wishnutama atau yang lainnya?

 

2. Fokus pada Grooming yang Baik

Professional dalam berbisnis
Pic : Starterpad.com

Grooming berbicara tentang penampilan diri yang tidak hanya soal berpakaian, tetapi juga berbicara tentang pembawaan diri kita. Konsisten dalam berpenampilan adalah hal yang penting, jangan hanya berpandangan bahwa membangun kesan yang baik adalah dengan berpenampilan baik tanpa melihat situasi. Perumpaannya seperti seseorang yang memakai setelan jas hanya untuk memotong rumput, tidak lucu kan?

Berpenampilan baik itu adalah berpakaian sepantasnya, menggunakan pakaian yang bersih dan rapi dan menggunakan aksesoris sewajarnya. Contohnya, menggunakan tindik di telinga dan hidung bukan merupakan penampilan yang baik dalam lingkungan kerja. Contoh lainnya, penggunaan pakaian kusut maupun pakaian minim di dalam kantor bukan merupakan manner yang baik dalam berpenampilan.

Pelajarilah berbagai cara grooming yang baik dalam berbisnis, bertemu dengan orang, menghadiri rapat dan semacamnya seperti dari akun Instagram tentang fashionfashion blogger, fashion vlogger dan masih banyak lagi.

Hotman Paris Hutapea menggunakan cincin miliaran rupiah di tangannya dengan tujuan supaya pengacara asing bisa langsung menilai bahwa beliau bukanlah pengacara sembarangan. Tetapi, grooming yang baik tidak melulu harus bermodalkan biaya yang besar melainkan bagaimana kita bisa memilih dan menyikapinya dengan baik.

 

 

3. Tepat Waktu 

Professional dalam berbisnis
Pic : Fireuptoday.com

Tepat waktu merupakan salah satu penilaian apakah seseorang memiliki sikap disiplin atau tidak. Tepat waktu berarti kita disiplin secara waktu, menepati janji untuk sesuai dengan waktu yang telah ditentukan ketika kita bertemu dengan pihak lain. Tepat waktu menjadi jauh lebih baik apabila kita bisa datang lebih awal dari jam yang telah ditentukan.

Misalkan kita telah membuat janji jam 2 siang dengan pihak lain, alangkah baiknya kita bisa datang jam setengah 2 siang. Orang lain akan melihat bahwa kita adalah pribadi yang memiliki kedisplinan yang tinggi. Mayoritas orang akan respek dengan diri kita.

Untuk mengembangkan kebiasaan kerja yang baik dan prestasi yang cemerlang, dibutuhkan kedisplinan waktu yang baik pula sebagai proses mencapai semua hal itu. Cristiano Ronaldo mampu menjadi salah satu pemain terbaik di dunia saat ini karena kedisiplinan waktunya yang tinggi. Dia selalu menjadi orang yang datang latihan pertama kali (1-3 jam sebelum waktu latihan) di saat yang lainnya belum datang.

 

4. Melatih “Considerate Behavior” 

Professional dalam berbisnis

Pic : Vananservices.com

Considerate behavior merupakan kebiasaan peka / perhatian terhadap orang lain. Kebiasaan ini meliputi menjadi pendengar yang baik ketika orang lain berbicara, tidak asal memotong ketika orang lain sedang berbicara, menunggu kesempatan kita berbicara dalam forum diskusi.

Hindarilah kata-kata yang kurang baik dalam perkataan kita. Gunakanlah bahasa tubuh yang baik seperti duduk dengan badan tegak dengan fokus perhatian kepada lawan bicara dan jangan membungkuk. Duduk dengan badan tegak akan membantu kita supaya tidak mengantuk.

Lawan bicara, entah itu kolega kerja, pihak lain dan sebagainya akan memberikan respek penuh terhadap orang yang memperhatikan mereka karena apa yang mereka sampaikan, diterima dengan baik dan seksama.

 

5. Melatih kebiasaan “netiquette” yang baik

Professional dalam berbisnis
Pic : Binus.ac.id

Netiquette adalah etika-etika dalam penggunaan internet. Teknologi komputer terutama email dan media sosial messenger seperti WhatsApp, LINE, dll dapat menjadi alat produktivitas yang baik. Sopan santun dalam tatap muka sehari-hari juga diimplementasikan ke dalam penggunaan teknologi-teknologi tersebut.

Sama halnya dengan penulisan surat, dalam menulis pada platform-platform tersebut (WA, LINE, e-mail) ada beberapa etika yang harus diikuti. Pertama, kita harus memperkenalkan diri kita pada awal pesan yang kita kirim. Selanjutnya, si penerima pesan harus mengetahui nama dan kontak kita (berupa e-mail, nomor handphone).

Selanjutnya, pakailah bahasa yang singkat, padat dan jelas dalam pesan yang akan disampaikan kepada penerima. Sampaikan juga apabila ada file dokumen yang terlampir pada pesan itu. Informasi mengenai netiquette lebih lengkap bisa dicari di internet seperti onlinenetiquette.com.

 

6. Melatih kebiasaan menelpon yang baik

Professional dalam berbisnis
Pic : Responsiveanswering.com

Handphone sekarang menjadi salah satu benda yang sangat penting di dunia. Penggunaan handphone tetaplah harus berdasarkan etika. Sebaiknya memasang mode silent dan getar di handphone ketika kita sedang melakukan rapat supaya tidak menganggu. Kita tetap bisa mengangkat telepon apabila ada panggilan yang bersifat penting.

Duduklah dekat pintu keluar ruang rapat apabila pada saat itu kita sedang menunggu panggilan yang penting. Ketika ada panggilan, kita bisa langsung keluar ruangan tanpa harus menganggu berlangsungnya rapat. Jauh lebih baik apabila kita meminta ijin dan maaf kepada peserta rapat lainnya ketika kita akan keluar ruangan untuk mengangkat telepon.

Etika-etika kecil ini sangat berpengaruh terhadap penilaian diri kita oleh orang lain. Orang lain akan menilai tingkat professionalitas kita dari cara kita bersikap dalam suatu kondisi-kondisi yang saat itu sedang kita hadapi.

 

7. Persiapan yang matang

Professional dalam berbisnis
Pic : Irdgroup.com.au

Seorang pebisnis sejati akan mempersiapkan bahan rapatnya terlebih dahulu sebelum mengikuti rapat yang akan dihadirinya. Untuk menjadi seorang yang professional, kita haruslah latihan bertindak sebagai seorang professional juga.

Sebagai seorang pebisnis, sebelum bertemu dengan klien, sebelum melakukan penawaran, sebelum mengikuti rapat dan semacamnya, hendaklah mempersiapkan bahan-bahan yang penting terlebih dahulu seperti membacanya terlebih dahulu, menyusunnya secara rapi dan sistematis, mencari data-data penunjang untuk bahan kita dan masih banyak lagi cara-cara yang bisa dieksplor.

 

ALazy Business, Media for Entrepreneurs

“too lazy to do business”

Website     : www.alazybusiness.com

Instagram : @alazybusiness

Twitter       : @alazybusiness

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares